Eksistensi Mahasiswa dan Tanggung Jawabnya
Sumpah Mahasiswa Indonesia
Kami, mahasiswa Indonesia bersumpah:
Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan
Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan
Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan
Perubahan
status dari siswa menjadi mahasiswa tidak boleh dipahami sebatas
pergantian identitas secara akademik saja. Akan tetapi, perubahan status
ini secara substsansial menjelaskan sejumlah tanggung jawab yang
diemban ketika menyandang gelar sebagai mahasiswa. Tanggung jawab kita
yang dijuluki sebagai agen perubahan (agent of change), perubahan untuk
diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Aktor intelektual yang
dikenal kritis dalam menelaah setiap persoalan bangsa. Mereka yang
jiwanya peka terhadap kedzholiman yang dilakukan penguasa tirani
terhadap rakyatnya. Mereka yang di lubuk hatinya yang paling dalam,
tidak pernah mengenal kata menyerah atau mundur dalam berjuang. Itulah
yang disebut mahasiswa, itulah kita. Hidup mahasiswa…!!!
Lantas,
bagaimana kita memahami dan menemukan hakikat kemahasiswaan atau dengan
kata lain, bagaimana kita menjadi mahasiswa? Yang perlu dipahami,
seperti yang telah saya jelaskan bahwa sebagai mahasiswa, kita harus
mengenal sejumlah tanggung jawab yang kita emban. Berikut akan saya coba
jelaskan apa saja tanggung jawab mahasiswa dan lingkupnya.
Pertama,
tanggung jawab yang diemban mahasiswa adalah tanggung jawab
intelektual. Bagaimanapun juga, adalah sebuah keharusan bagi kita untuk
menjadi intelektual seutuhnya karena kita hidup dalam atmosfir
pengetahuan, kita bersahabat dengan buku. Di level inilah, kita harus
mampu mendasari diri dengan ilmu pengetahuan, baik itu yang berhubungan
dengan akademik maupun yang berhubungan dengan realitas sosial yang
terjadi disekitar. Buku menjadi sahabat sejati, membaca dan diskusi
merupakan rutinitas tak terelakkan bagi kita. orang yang seperti ini negara sangat membutuhkan seorang intelektual progretifitas negara yang lebih baik. bahkan untuk mencapai sesuatu hal harus didasari dengan ilmu pengetahuan (know ledge)
Kedua,
tanggung jawab moral. Mahasiswa merupakan mitra masyarakat.
Dipercayakan oleh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka ke
pemerintah. Oleh karena itu, menjunjung tinggi moralitas dalam melakukan
interaksi dengan masyarkat adalah hal yang tidak boleh diabaikan oleh
kita. Intelektual yang capabel tanpa mamahami dan menjunjung moralitas
ditengah- tengah masyarakat akan menjadikan kita menjadi generasi
bobrok. Tantangan generasi muda saat ini adalah budaya masa bodoh
(apatis), hidup senang (hedonis) dan berpikir instant/pragrmatis. Budaya
inilah yang menjadikan terkikisnya moral dan mengakibatkan generasi
muda sekarang tidak lagi menjadi pilar perubahan bagi bangsa dan negara. sebagai agent of change untuk membentuk moral masyarakat yang baik seorang mahasiswa harus menjadi contoh dari masayarakat. rasulullah dalam menyebarkan agama islam dimuka bumi , yang diperbaikinya dlu adalah moralnya, baru yang lain. jadi , kalau anda seorang mahasiswa yang ingin menjadikan negeri ini maju. maka perbaiki moral anda. :)
Ketiga,
tanggung jawab sosial. Menurut saya, inilah inti dari hakikat
kamahasiswaan. Berjuang untuk masyarakat. Basis intelektual dan
moralitas merupakan dimensi yang menjadi pijakan kita untuk berjuang,
memberdayakan masyarakat, berjuang untuk melawan kemiskinan, kebodohan,
penindasan yang menimpa masyarakat. Untuk berjuang, kita butuh alat, dan
alat berjuang itu kita namakan organisasi. Perjuangan kita harus
terorganisir, dirumuskan dengan perencanaan yang jelas dan matang.
Organisasi merupakan wadah bagi kita untuk bisa mengaktualisasikan
potensi kita, merumuskan arah perjuangan kita, mengonsolidasikan
kekuatan kita, utuk mencapai tujuan kita yakni perubahan sosial yang
menuju tatanan yang lebih baik.
Begitulah
beberapa tanggung jawab yang diemban oleh kita sebagai mahasiswa.
Semoga kita bisa memahaminya dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan
kita. Karena dengan begitu, maka kita telah menemukan hakikat
kemahasiswaan kita. Semoga kita menyadarinya, saudraku. Hidup
mahasiswa…! Hidup mahasiswa…!!! Hidup mahasiswa…!!!
Ketiga tanggung jwab mahasiswa itu adalah kewajiban kita sebagaiu kaum intelektual
Selain tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa ada yang harus diperhatikan oleh seorang mahasiswa dalam menjalani perkuliahan.
untuk mengetahui keberadaan mahasiswa dalam perkuliahan dan organisasi anda perlu cari dulu tipe anda kayak gimana sih? supaya lebih mengupgrade diri anda untuk men ingkatkan EXP anda sehingga anda bisa naik LEVEL selanjutnya dalam mencapai tujuan hidup yang sebenarnya,,,
Berikut analisa penulis tentang tipe mahasiswa secara umum dari kacamata empiris.
Pertama,
mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Mahasiswa tipe ini
masih banyak berkeliaran di kampus. Mereka terkadang cuma titip absen
saat kuliah alias bolos untuk mejeng entah kemana. Hal tersebut berlaku
juga dalam tugas dari dosen. Menumpang pada teman-teman adalah cara
praktis solusi pemecahan tugas-tugas yang mereka anggap buat pusing
kepala. Visi misi mereka terlihat jelas dan nyata meski memang tidak
realistis, virus menjadi pengangguran sukses. Bayangkan apabila 90%
mahasiswa Indonesia masuk dalam tipe ini. Jadi apakah bangsa dan negara
ini?
Kedua,
mahasiswa akademisi. Tipe ini adalah mahasiswa yang fokus pada kuliah
untuk mendapat nilai A. Mereka giat belajar menuruti setiap petuah dari
dosen untuk mengerjakan tugas-tugas mata kuliah. Tujuan mereka juga
sangat fantastis, lulus cepat dengan predikat wisudawan/wati terbaik.
Mahasiswa seperti ini dibutuhkan banyak orang, namun mereka terkadang
tidak mengindahkan pentingnya jaringan koneksi dengan banyak orang.
Mereka dapat dinomorduakan dan hanya dijadikan bawahan dalam pekerjaan.
Mengingat kebiasaan nepotisme di negeri ini yang masih menjamur. Bukan
salah mereka, tapi sistemnya yang memang sudah demikian sistematis
untuk membuka peluang semacam itu. Penulis sendiri belum menemukan
solusi jitu sebagai penawar virus ini.
Ketiga, mahasiswa aktivis. Aktivis adalah mahasiswa idealis yang “turut serta“ dalam menangani masalah yang dihadapi bangsa. Mereka
berorganisasi, berinteraksi, dan bergerak bersama mahasiswa lain baik
dalam maupun luar kampus. Demo seringkali menjadi andalan mereka
menyuarakan perubahan dan menentang ketidakadilan. Sayang, sebagian
kecil dari mereka terkadang lupa untuk kuliah dengan baik dan benar.
Mereka juga terancam masuk dalam nepotisme tanpa sadar dengan
mengedepankan kepentingan kelompok masing-masing.
Keempat,
mahasiswa yang berkutat pada wirausaha atau istilah kerennya
entrepreneurship. Mereka tidak terkontaminasi dengan politik kampus
apalagi tergoda dengan nilai-nilai akademik kuliah. Mahasiswa tipe ini
sangat diperlukan oleh bangsa Indonesia. Hal ini mengingat negara
Indonesia baru mempunyai segelintir entrepreneur, hanya 0,24%. Jumlah
tersebut masih kalah jauh bila dibandingkan dengan negara-negara maju
seperti Amerika yang mencapai 11,5 persen (Safrin, 2011). Mahasiswa
tipe ini sebagian kecil terancam DO (Dop Out) karena keasyikan dengan
duit yang telah didapat. Buat apa kuliah kalau untuk cari pekerjaan dan
uang, sementara keduanya telah ada di tangan. Demikian yang ada dalam
pikiran mereka.
Terakhir, mahasiswa
multitalenta. Tipe ini yaitu mahasiswa yang mampu menempatkan dirinya
sebagai akademisi, aktivis, dan entrepreneur. Mahasiswa jenis ini
merupakan manusia langka karena di pundak merekalah kemana negara ini
akan berlabuh kelak. Mereka tidak tergoyah oleh masalah duit dan tidak
goyang karena masalah kepentingan pribadi maupun golongan. Mereka independen dan lebih banyak beraksi mencari solusi permasalahan bangsa dengan belajar dan bekerja.
Dari
semua yang disebutkan oleh penulis, dapat ditarik kesimpulan bahwa
mahasiswa masih butuh banyak pembenahan intelektualitas, mentalitas, dan
religiusitas. Pembentukan komunitas mahasiswa yang ingin mengembangkan
apapun bakat dan minat mereka sangat diperlukan. Hal tersebut untuk
mengarahkan potensi mahasiswa dalam kegiatan yang bermanfaat bagi
individu maupun masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar