MAKALAH

A

Minggu, 02 November 2014

KEPEMIMPINAN


A. PENGERTIAN

Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu:
  1. pemimpin sebagai subjek, dan.
  2. yang dipimpin sebagai objek.
Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya.
Kepemimpinan (leadership) adalah bagian tersendiri dari manajemen. Manajer dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen memerlukan adanya kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap usaha-usaha semua pekerja dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi, tanpa kepemimpinan hubungan antara tujuan perseorangan dengan tujuan organisasi mungkin menjadi renggang(lemah). Oleh karena itu, kepempinan sangat diperlukan bila suatu organisasi ingin sukses. Namun demikian sebenarnya kepemimpinan itu sendiri masih merupakan suatu konsep yang sulit diterangkan atau merupakan sebuah “kotak hitam” (black box) yang sangat indah
Pada intinya dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.
Karakter yang harus ada pada diri seorang pemimpin adalah:
  1. mumpuni, artinya memiliki kapasitas dan kapabilitas yang lebih baik daripada orang-orang yang dipimpinnya,
  2. juara, artinya memiliki prestasi baik akademik maupun non akademik yang lebih balk dibanding orang-orang yang dipimpinnya,
  3. tangungjawab, artinya memiliki kemampuan dan kemauan bertanggungjawab yang lebih tinggi dibanding orang-orang yang dipimpinnya,
  4. aktif, artinya memiliki kemampuan dan kemauan berpartisipasi sosial dan melakukan sosialisasi secara aktif lebih baik dibanding orang-orang yang dipimpinnya, dan
  5. walaupun tidak harus, sebaiknya memiliki status sosial ekonomi yang lebih tinggi dibanding orang-orang yang dipimpinnya.
Meskipun demikian, variasi atribut-atribut personal tersebut bisa berbeda-beda antara situasi organisasi satu dengan organisasi lainnya. Organisasi dengan situasi dan karakter tertentu menuntut pemimpin yang memiliki variasi atribut tertentu pula.
B. TEORI KEPEMIMPINAN
Sebelum mencoba untuk menganalisa kedudukan kepemimpinan dalam suatu organisasi perlu ditelusuri dulu perkembangan teori kepemimpinan yaitu :

1. TEORI SIFAT KEPEMIMPINAN
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan dimulai dengan memusatkan perhatian pada para pemimpin itu sendiri. Kepemimpinan adalah suatu fungsi kualitas seorang individu, bukan fungsi situasi, teknologi, atau dukungan masyarakat. Keith Davis mengintisarikan ada empat ciri utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan dalam organisasi yaitu :
- Kecerdasan (intellegence)
- Kedewasaan sosial dan hubungan sosial yang luas (social maturity and breath)
- Motivasi diri dan dorongan berprestasi
- Sikap-sikap hubungan manusia.
2. TEORI KELOMPOK
Teori kelompok dalam kepemimpinan (group theory of leadership) dikembangkan atas dasar ilmu psikologi sosial. Teori ini menyatakan bahwa untuk pencapaian tujuan-tujuan kelompok harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dan bawahannya.
3. TEORI SITUASIONAL
Pendekatan sifat maupun kelompok terbukti tidak memadai untuk mengungkap teori kepemimpinan yang menyeluruh, perhatian dialihkan pada aspek-aspek situasional kepemimpinan. Fred Fiedleer telah mengajukan sebuah model dasar situasional bagi efektivitas kepemimpinan yang dikenal sebagai contingency model of leadership effectiveness yang menjelaskan hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi yang menguntungkan atau menyenangkan, situasi-situasi tersebut digambarkan dalam tiga dimensi emprik yaitu :
a. Hubungan pimpinan anggota
b. Tingkat dalam struktur tugas
c. Posisi kekuasaan
4. TEORI PTH-GOAL
Teori ini menganalisa pengaruh (dampak) kepemimpinan terutama perilaku pemimpin terhadap motivasi bawahan, kepuasan dan pelaksanaan kerja.
Teori memasukkan empat tipe atau gaya pokok perilaku pemimpin yaitu :
a. Kepemimpinan direktif (directive leadership)
b. Kepemimpinan suportif (supportive leadership)
c. Kepemimpinan partisipatif (participative leadership)
d. Kepemimpinan orientasi prestasi (achievement-oriented leadership).
5. TEORI GENETIS / KETURUNAN
Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan “leaders are born and not made”. Bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan menjadi pemimpin. Dalam keadaan bagaimanapun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.
Seseorang dapat menjadi pemimpin karena keturunan atau warisan. Karena orang tuanya seorang pemimpin maka anaknya otomatis akan menjadi pemimpin menggantikan orang tuanya, seolah-olah seseorang menjadi pemimpin karena ditakdirkan. (Wursanto, 2003: 199).
6. TEORI SOCIAL
Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, maka penganut-penganut social mengatakan sebaliknya yaitu : “Leaders are made and not born”.
Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan itu.
7. TEORI EKOLOGIS / BAKAT
Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori social. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.
Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori genetis dan teori social dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari teori-teori kepemimpinan. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa factor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.
8. TEORI KELEBIHAN
Yang beranggapan bahwa seseorang akan menjadi pemimpin apabila ia memiliki kelebihan dari para pengikutnya. Pada dasarnya kelebihan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin mencakup tiga hal, pertama; kelebihan ratio, ialah kelebihan menggunakan pikiran, kelebihan dalam pengetahuan tentang hakikat tujuan dari organisasi, dan kelebihan dalam memiliki pengetahuan tentang cara-cara menggerakkan organisasi, serta dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, Kedua; Kelebihan Rohaniah, berarti seorang pemimpin harus mampu menunjukkan keluhuran budi pekertinya kepada para bawahan. Seorang pemimpin harus mempunyai moral yang tinggi karena pada dasarnya pemimpin merupakan panutan para pengikutnya. Segala tindakan, perbuatan, sikap dan ucapan hendaknya menjadi suri tauladan bagi para pengikutnya, Ketiga, Kelebihan Badaniah; Seorang pemimpin hendaknya memiliki kesehatan badaniah yang lebih dari para pengikutnya sehingga memungkinkannya untuk bertindak dengan cepat. Akan tetapi masalah kelebihan badaniah ini bukan merupakan faktor pokok. (Wursanto, 2003: 197-198).
9. TEORI KHARISMATIS
Seseorang menjadi pemimpin karena mempunyai karisma (pengaruh) yang sangat besar. Karisma itu diperoleh dari Kekuatan Yang Maha Kuasa. Dalam hal ini ada suatu kepercayaan bahwa orang itu adalah pancaran Zat Tunggal, sehingga dianggap mempunyai kekuatan ghaib (spranatural power). Pemimpin yang bertipe karismatik biasanya memiliki daya tarik, kewibawaan dan pengaruh yang sangat besar. (Wursanto, 2003: 199).
C. TIPE KEPEMIMPINAN
Pada umumnya para pemimpin dalam setiap organisasi dapat diklasifikasikan menjadi lima tipe utama yaitu sebagai berikut :

1. TIPE KEPEMIMPINAN OTOKRATIS
Tipe kepemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah merupakan suatu hak.
Ciri-ciri kepemimpin tipe ini adalah sebagai berikut :
a. Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi
b. Mengandalkan kepada kekuatan / kekuasaan
c. Menganggap dirinya paling berkuasa
d. Jauh dari para bawahan
e. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi
f. Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alatsemata-mata
g. Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain karena dia menganggap dialah yang paling benar
h. Selalu bergantung pada kekuasaan formal
i. Dalam menggerakkan bawahan mempergunakan pendekatan (Approach) yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.
j. Keras dalam mempertahankan prinsip.
Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe kepemimpin otokritas tersebut diatas dapat diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia, karena tipe ini tidak dapat dipakai dalam organisasi modern.
2. TIPE KEPEMIMPINAN LAISSEZ FAIRE
Ciri-ciri antara lain :
a. Memberi kebebasan kepada para bawahan
b. Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
c. Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan
d. Tidak mempunyai wibawa
e. Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik.
3. TIPE KEPEMIMPINAN MILITERISTIK
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristik tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. Artinya tidak semua pemimpin dalam militer adalah bertipe militeristis.
Seorang pemimpin yang bertipe militeristik mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
a. Dalam menggerakkan bawahan untuk yang ditetapkan, perintah mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama
b. Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
c. Menggunakan sistem komando dalam perintah
d. Dalam menggerakkan bawahan sangat suka menggunakan pengkat dan jabatannya
e. Senang kepada formalitas yang berlebihan
f. Menuntun disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan
g. Tidak mau menerima kritik dari bawahan
h. Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe kepemimpinan militeritas jelaslah bahwa tipe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal.
4. TIPE KEPEMIMPINAN PATERNALISTIK
Tipe kepemimpinan paternalistik mempunyai ciri tertentu yaitu bersifat fathernal atau kepakan. Kepemimpinan seperti ini menggunakan pengaruh yang sifat kebapaan dalam menggerakkan bawahan mencapai tujuan. Kadang-kadang pendekatan yang dilakukan sifat terlalu sentimental.
Sifat-sifat umum dari tipe kepemimpinan paternalistik dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa
b. Bersikap terlalu melindungi bawahan
c. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. Karena itu jarang pelimpahan wewenang.
d. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan inisyatif daya kreasi
e. Selalu memberikan perlindungan
f. Sering menggap dirinya maha tahu.
g. Pemimpin bertindak sebagai bapak.
Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu pemimpin seperti ini sangat diperlukan. Akan tetapi ditinjau dari segi sifat-sifat negatifnya pemimpin paternalistis kurang menunjukkan elemen kontinuitas terhadap organisasi yang dipimpinnya.
5. TIPE KEPEMIMPINAN KARISMATIS
Sampai saat ini para ahli manajemen belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seorang pemimpin memiliki karisma. Yang diketahui ialah tipe kepemimpinan seperti ini mempunyai daya tarik yang amat besar, dan karenanya mempunyai pengikut yang sangat besar. Kebanyakan para pengikut menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin seperti ini, pengetahuan tentang faktor penyebab karena kurangnya seorang pemimpin yang karismatis, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers), perlu dikemukakan bahwa kekayaan, umur, kesehatan profil pendidikan dan sebagainya,tidak dapat digunakan sebagai criteria tipe pemimpin karismatis.
6. TIPE KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS
Dari semua kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan kepentingan individu.
Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adlah sebagai berikut :
1. Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia
2. Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi
3. Senang menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya
4. Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisyatif dan prakarsa dari bawahan
5. Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan
6. Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya
7. Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Dari sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tipe demokratis, jelaslah bahwa tidak mudah untuk menjadi pemimpin demokratis.
7. TIPE KEPEMIMPINAN OPEN LEADERSHIP
Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis. Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan. Dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.
D. SYARAT-SYARAT PEMIMPIN YANG BAIK
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa seorang yang tergolong sebagai pemimpin adalah seorang yang pada waktu lahirnya yang berhasil memang telah diberkahi dengan bakat-bakat kepemimpinan dan karirnya mengembangkan bakat genetisnya melalui pendidikan pengalaman kerja.
Pengembangan kemampuan itu adalah suatu proses yang berlangsung terus menerus dengan maksud agar yang bersangkutan semakin memiliki lebih banyak ciri-ciri kepemimpinan.
Walaupun belum ada kesatuan pendapat antara para ahli mengenai syarat-syarat ideal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, akan tetapi beberapa diantaranya yang terpenting adalah sebagai berikut :
- Pendidikan umum yang luas
- Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang generalist yang baik juga
- Kemampuan berkembang secara mental
- Ingin tahu
- Kemampuan analistis
- Memiliki daya ingat yang kuat
- Mempunyai kapasitas integrative
- Keterampilan berkomunikasi
- Keterampilan mendidik
- Personalitas dan objektivitas
- Pragmatismo
- Mempunyai naluri untuk prioritas
- Sederhana
- Berani
- Tegas dan sebagainya.
E. PERAN PEMIMPIN

1. THE VISION ROLE
Sebuah visi adalah pernyataan yang secara relatif mendeskripsikan aspirasi atau arahan untuk masa depan organisasi. Dengan kata lain sebuah pernyataan visi harus dapat menarik perhatian tetapi tidak menimbulkan salah pemikiran. Agar visi sesuai dengan tujuan organisasi di masa mendatang, para pemimpin harus menyusun dan manafsirkan tujuan-tujuan bagi individu dan unit-unit kerja.
2. PERAN PEMIMPIN DALAM PENGENDALIAN DAN HUBUNGAN ORGANISASIOANAL
THE VISION ROLE
Tindakan manajemen para pemimpin organisasi dalam mengendalikan organisasi meliputi:
(a) mengelola harta milik atau aset organisasi;
(b) mengendalikan kualitas kepemimpinan dan kinerja organisasi;
(c) menumbuhkembangkan serta mengendalikan situasi maupun kondisi kondusif yang berkenaan dengan keberadaan hubungan dalam organisasi.
Dan peran pengendalian serta pemelihara / pengendali hubungan dalam organisasi merupakan pekerjaan kepemimpinan yang berat bagi pemimpin. Oleh sebab itu diperlukan pengetahuan, seni dan keahlian untuk melaksanakan kepemimpinan yang efektif.
Ruang lingkup peran pengendali organiasasi yang melekat pada pemimpin meliputi pengendalian pada perumusan pendefinisian masalah dan pemecahannya, pengendalian pendelegasian wewenang, pengendalian uraian kerja dan manajemen konflik.
Ruang lingkup peran hubungan yang melekat pada pemimpin meliputi peran pemimpin dalam pembentukan dan pembinaan tim-tim kerja; pengelolaan tata kepegawaian yang berguna untuk pencapaian tujuan organisasi; pembukaan, pembinaan dan pengendalian hubungan eksternal dan internal organisasi serta perwakilan bagi organisasinya.
3. PERAN PEMBANGKIT SEMANGAT THE VISION ROLE
Salah satu peran kepemimpinan yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin adalah peran membangkitkan semangat kerja. Peran ini dapat dijalankan dengan cara memberikan pujian dan dukungan. Pujian dapat diberikan dalam bentuk penghargaan dan insentif. Penghargaan adalah bentuk pujian yang tidak berbentuk uang, sementara insentif adalah pujian yang berbentuk uang atau benda yang dapat kuantifikasi. Pemberian insentif hendaknya didasarkan pada aturan yang sudah disepakati bersama dan transparan. Insentif akan efektif dalam peningkatan semangat kerja jika diberikan secara tepat, artinya sesuai dengan tingkat kebutuhan karyawan yang diberi insentif, dan disampaikan oleh pimpinan tertinggi dalam organisasi , serta diberikan dalam suatu ‘event’ khusus.
Peran membangkitkan semangat kerja dalam bentuk memberikan dukungan, bisa dilakukan melalui kata-kata , baik langsung maupun tidak langsung, dalam kalimat-kalimat yang sugestif. Dukungan juga dapat diberikan dalam bentuk peningkatan atau penambahan sarana kerja, penambahan staf yag berkualitas, perbaikan lingkungan kerja, dan semacamnya.
4. PERAN PENYAMPAIAN INFORMASI THE VISION ROLE
Informasi merupakan jantung kualitas perusahaan atau organisasi; artinya walaupun produk dan layanan purna jual perusahaan tersebut bagus, tetapi jika komunikasi internal dan eksternalnya tidak bagus, maka perusahaan itu tidak akan bertahan lama karena tidak akan dikenal masyarakat dan koordinasi kerja di dalamnya jelek. Penyampaian atau penyebaran informasi harus dirancang sedemikian rupa sehingga informasi benar-benar sampai kepada komunikan yang dituju dan memberikan manfaat yang diharapkan. Informasi yang disebarkan harus secara terus-menerus dimonitor agar diketahui dampak internal maupun eksternalnya. Monitoring tidak dapat dilakukan asal-asalan saja, tetapi harus betul-betul dirancang secara efektif dan sistemik. Selain itu, seorang pemimpin juga harus menjalankan peran consulting baik ke ligkungan internal organisasi maupun ke luar organisasi secara baik, sehingga tercipta budaya organisasi yang baik pula. Sebagai orang yang berada di puncak dan dipandang memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding yang dipimpin, seorang pemimpin juga harus mampu memberikan bimbingan yang tepat dan simpatik kepada bawahannya yang mengalami masalah dalam melaksanakan pekerjaannya.
F. APLIKASI KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
- KEPEMIMPINAN, ORGANISASI, DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN
Ada tiga jenis perubahan yaitu perubahan rutin, perubahan pengembangan, dan inovasi. Mengelola perubahan adalah hal yang sulit. Ukuran kapasitas kepemimpinan seseorang salah satu diantaranya adalah kemampuannya dalam mengelola perubahan. Kemampuan ini penting sebab pada masa kini pemimpin, akan selalu dihadapkan pada perubahan-perubahan, sehingga pemimpin dituntut untuk mampu menyesuaikan dengan perubahan lingkungan. Pemimpin yang kuat bahkan mampu mempelopori perubahan lingkungan. Ada empat tahap yang harus dilakukan agar pemimpin dapat mengelola perubahan lingkungan. Tahap-tahap tersebut adalah pertama, mengidentifikasi perubahan; Kedua, Menilai posisi organisasi; Ketiga, Merencanakan dan melaksanakan perubahan; dan Keempat, Melakukan evaluasi. Untuk memperoleh hasil yang diharapkan maka keempat langkah tersebut perlu dilakukan secara berurutan dan berkesinambungan.
- KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI
Tugas utama seorang pemimpin adalah mengajak orang untuk menyumbangkan bakatnya secara senang hati dan bersemangat untuk kepentingan organisasi. Dengan demikian pemimpin atau manajer harus mengarahkan perilaku para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai. Para pemimpin perlu membentuk, mengelola, meningkatkan, dan mengubah budaya kerja organisasi. Untuk melaksanakan tugas tersebut, manajer perlu menggunakan kemampuannya dalam membaca kondisi lingkungan organisasi, menetapkan strategi organisasi, memilih teknologi yang tepat, menetapkan struktur organisasi yang sesuai, sistem imbalan dan hukuman, sistem pengelolaan sumberdaya manusia, sistem dan prosedur kerja, dan komunikasi serta motivasi.
Salah satu cara mengembangkan budaya adalah dengan menetapkan visi yang jelas dan langkah yang strategis, mengembangkan alat ukur kinerja yang jelas, menindaklanjuti tujuan yang telah dicapai, menetapkan sistem imbalan yang adil, menciptakan iklim kerja yang lebih terbuka dan transparan, mengurangi permainan politik dalam organisasi, dan mengembangkan semangat kerja tim melalui pengembangan nilai-nilai inti.
- KEPEMIMPINAN DAN INOVASI
Inovasi berbeda dengan kreativitas. Kreativitas lebih berfokus pada penciptaan ide sedangkan inovasi berfokus pada bagaimana mewujudkan ide. Karena inovasi adalah proses mewujudkan ide, maka diperlukan dukungan dari faktor-faktor organisasional dan leaderships.
Dalam membahas inovasi paling tidak ada duabelas tema umum yang berkaitan dengan pembahasan tentang inovasi yaitu kreativitas dan inovasi, karakteristik umum orang-orang kreatif, belajar atau bakat, motivasi, hambatan untuk kreatif dan budaya organisasi, struktur organisasi, struktur kelompok, peranan pengetahuan, kreativitas radikal atau inkrimental, struktur dan tujuan,proses, dan penilaian. Kemampuan organisasi dalam mengelola keduabelas tema tersebut akan menentukan keberhasilannya dalam melakukan inovasi.
Inovasi berkaitan erat dengan proses penciptaan pengetahuan. Proses penciptaan pengetahuan dilakukan dengan melakukan observasi atas kejadian, mengolahnya menjadi data, lalu data dijadikan informasi, dan informasi diberikan konteks sehingga menjadi pengetahuan. Pengetahuan inilah yang oleh pemimpin dijadikan arah atau bekal untuk melakukan inovasi. Organisasi yang mampu secara terus menerus melakukan penciptaan pengetahuan disebut sebagai learning organization.

MAHASISWA DAN TANGGGUNG JAWABNYA

Eksistensi Mahasiswa dan Tanggung Jawabnya
 
 
Sumpah Mahasiswa Indonesia
Kami, mahasiswa Indonesia bersumpah:
Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan
Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan
Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan
 
 
Perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa tidak boleh dipahami sebatas pergantian identitas secara akademik saja. Akan tetapi, perubahan status ini secara substsansial menjelaskan sejumlah tanggung jawab yang diemban ketika menyandang gelar sebagai mahasiswa. Tanggung jawab kita yang dijuluki sebagai agen perubahan (agent of change), perubahan untuk diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Aktor intelektual yang dikenal kritis dalam menelaah setiap persoalan bangsa. Mereka yang jiwanya peka terhadap kedzholiman yang dilakukan penguasa tirani terhadap rakyatnya. Mereka yang di lubuk hatinya yang paling dalam, tidak pernah mengenal kata menyerah atau mundur dalam berjuang. Itulah yang disebut mahasiswa, itulah kita. Hidup mahasiswa…!!!
Lantas, bagaimana kita memahami dan menemukan hakikat kemahasiswaan atau dengan kata lain, bagaimana kita menjadi mahasiswa? Yang perlu dipahami, seperti yang telah saya jelaskan bahwa sebagai mahasiswa, kita harus mengenal sejumlah tanggung jawab yang kita emban. Berikut akan saya coba jelaskan apa saja tanggung jawab mahasiswa dan lingkupnya.
Pertama, tanggung jawab yang diemban mahasiswa adalah tanggung jawab intelektual. Bagaimanapun juga, adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menjadi intelektual seutuhnya karena kita hidup dalam atmosfir pengetahuan, kita bersahabat dengan buku. Di level inilah, kita harus mampu mendasari diri dengan ilmu pengetahuan, baik itu yang berhubungan dengan akademik maupun yang berhubungan dengan realitas sosial yang terjadi disekitar. Buku menjadi sahabat sejati, membaca dan diskusi merupakan rutinitas tak terelakkan bagi kita. orang yang seperti ini negara sangat membutuhkan seorang intelektual progretifitas negara yang lebih baik. bahkan untuk mencapai sesuatu hal harus didasari dengan ilmu pengetahuan (know ledge)
Kedua, tanggung jawab moral. Mahasiswa merupakan mitra masyarakat. Dipercayakan oleh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka ke pemerintah. Oleh karena itu, menjunjung tinggi moralitas dalam melakukan interaksi dengan masyarkat adalah hal yang tidak boleh diabaikan oleh kita. Intelektual yang capabel tanpa mamahami dan menjunjung moralitas ditengah- tengah masyarakat akan menjadikan kita menjadi generasi bobrok. Tantangan generasi muda saat ini adalah budaya masa bodoh (apatis), hidup senang (hedonis) dan berpikir instant/pragrmatis. Budaya inilah yang menjadikan terkikisnya moral dan mengakibatkan generasi muda sekarang tidak lagi menjadi pilar perubahan bagi bangsa dan negara. sebagai agent of change untuk membentuk moral masyarakat yang baik seorang mahasiswa harus menjadi contoh dari masayarakat. rasulullah dalam menyebarkan agama islam dimuka bumi , yang diperbaikinya dlu adalah moralnya, baru yang lain. jadi , kalau anda seorang mahasiswa yang ingin menjadikan negeri ini maju. maka perbaiki moral anda. :)
Ketiga, tanggung jawab sosial. Menurut saya, inilah inti dari hakikat kamahasiswaan. Berjuang untuk masyarakat. Basis intelektual dan moralitas merupakan dimensi yang menjadi pijakan kita untuk berjuang, memberdayakan masyarakat, berjuang untuk melawan kemiskinan, kebodohan, penindasan yang menimpa masyarakat. Untuk berjuang, kita butuh alat, dan alat berjuang itu kita namakan organisasi. Perjuangan kita harus terorganisir, dirumuskan dengan perencanaan yang jelas dan matang. Organisasi merupakan wadah bagi kita untuk bisa mengaktualisasikan potensi kita, merumuskan arah perjuangan kita, mengonsolidasikan kekuatan kita, utuk mencapai tujuan kita yakni perubahan sosial yang menuju tatanan yang lebih baik.
Begitulah beberapa tanggung jawab yang diemban oleh kita sebagai mahasiswa. Semoga kita bisa memahaminya dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan kita. Karena dengan begitu, maka kita telah menemukan hakikat kemahasiswaan kita. Semoga kita menyadarinya, saudraku. Hidup mahasiswa…! Hidup mahasiswa…!!! Hidup mahasiswa…!!!
 Ketiga tanggung jwab mahasiswa itu adalah kewajiban kita sebagaiu kaum intelektual
Selain tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa  ada yang harus diperhatikan oleh seorang mahasiswa dalam menjalani perkuliahan. 
 untuk mengetahui keberadaan mahasiswa dalam perkuliahan dan organisasi anda perlu cari dulu tipe anda kayak gimana sih? supaya lebih mengupgrade diri anda untuk men ingkatkan EXP anda sehingga anda bisa naik LEVEL selanjutnya dalam mencapai tujuan hidup yang sebenarnya,,,
Berikut analisa penulis tentang tipe mahasiswa secara umum dari kacamata empiris.

Pertama, mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Mahasiswa tipe ini masih banyak berkeliaran di kampus. Mereka terkadang cuma titip absen saat kuliah alias bolos untuk mejeng entah kemana. Hal tersebut berlaku juga dalam tugas dari dosen. Menumpang pada teman-teman adalah cara praktis solusi pemecahan tugas-tugas yang mereka anggap buat pusing kepala. Visi misi mereka terlihat jelas dan nyata meski memang tidak realistis, virus menjadi pengangguran sukses. Bayangkan apabila 90% mahasiswa Indonesia masuk dalam tipe ini. Jadi apakah bangsa dan negara ini?
Kedua, mahasiswa akademisi. Tipe ini adalah mahasiswa yang fokus pada kuliah untuk mendapat nilai A. Mereka giat belajar menuruti setiap petuah dari dosen untuk mengerjakan tugas-tugas mata kuliah. Tujuan mereka juga sangat fantastis, lulus cepat dengan predikat wisudawan/wati terbaik. Mahasiswa seperti ini dibutuhkan banyak orang, namun mereka terkadang tidak mengindahkan pentingnya jaringan koneksi dengan banyak orang. Mereka dapat dinomorduakan dan hanya dijadikan bawahan dalam pekerjaan. Mengingat kebiasaan nepotisme di negeri ini yang masih menjamur. Bukan salah mereka, tapi sistemnya yang memang sudah demikian sistematis untuk membuka peluang semacam itu. Penulis sendiri belum menemukan solusi jitu sebagai penawar virus ini.
Ketiga, mahasiswa aktivis. Aktivis adalah mahasiswa idealis yang “turut serta“ dalam menangani masalah yang dihadapi bangsa. Mereka berorganisasi, berinteraksi, dan bergerak bersama mahasiswa lain baik dalam maupun luar kampus. Demo seringkali menjadi andalan mereka menyuarakan perubahan dan menentang ketidakadilan. Sayang, sebagian kecil dari mereka terkadang lupa untuk kuliah dengan baik dan benar. Mereka juga terancam masuk dalam nepotisme tanpa sadar dengan mengedepankan kepentingan kelompok masing-masing.
Keempat, mahasiswa yang berkutat pada wirausaha atau istilah kerennya entrepreneurship. Mereka tidak terkontaminasi dengan politik kampus apalagi tergoda dengan nilai-nilai akademik kuliah. Mahasiswa tipe ini sangat diperlukan oleh bangsa Indonesia. Hal ini mengingat negara Indonesia baru mempunyai segelintir entrepreneur, hanya 0,24%. Jumlah tersebut masih kalah jauh bila dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Amerika yang mencapai 11,5 persen (Safrin, 2011). Mahasiswa tipe ini sebagian kecil terancam DO (Dop Out) karena keasyikan dengan duit yang telah didapat. Buat apa kuliah kalau untuk cari pekerjaan dan uang, sementara keduanya telah ada di tangan. Demikian yang ada dalam pikiran mereka.
Terakhir, mahasiswa multitalenta. Tipe ini yaitu mahasiswa yang mampu menempatkan dirinya sebagai akademisi, aktivis, dan entrepreneur. Mahasiswa jenis ini merupakan manusia langka karena di pundak merekalah kemana negara ini akan berlabuh kelak. Mereka tidak tergoyah oleh masalah duit dan tidak goyang karena masalah kepentingan pribadi maupun golongan. Mereka independen dan lebih banyak beraksi mencari solusi permasalahan bangsa dengan belajar dan bekerja.
Dari semua yang disebutkan oleh penulis, dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa masih butuh banyak pembenahan intelektualitas, mentalitas, dan religiusitas. Pembentukan komunitas mahasiswa yang ingin mengembangkan apapun bakat dan minat mereka sangat diperlukan. Hal tersebut untuk mengarahkan potensi mahasiswa dalam kegiatan yang bermanfaat bagi individu maupun masyarakat.
 

TEKNIK KEPANITIAAN DALAM ORGANISASI





Teknik Kepanitiaan
dan Management Organisasi (plus Kreativitas)

Pengertian panitia  menurut  bahasa  adalah  sekumpulan  beberapa orang yang diberi tugas mengurus sesuatu pekerjaan.
Urutan kerja kepanitiaan suatu kegiatan/program adalah :
  1. Munculnya ide/rencana kegiatan/program
  2. Rapat awal untuk menyikapi ide/rencana tersebut
  3. Pengurusan perizinan pelaksanaan kegiatan
  4. Persiapan kegiatan
  5. Pelaksanaan kegiatan
  6. Evaluasi
  1. 1.    Munculnya ide/rencana/sebab kegiatan/program
(Bagi officers, ide seharusnya telah diturunkan oversight.)
Sebab munculnya ide/rencana suatu kegiatan dapat berupa :
  1. Karena tugas (melaksanakan Idul Adha)
  2. Karena adanya moment/kesempatan.
    1. Bentuk telah terdefinisi tetapi waktu belum terdefinisi (Ingin melaksanakan Tabligh Akbar)
    2. Waktu telah terdefinisi tetapi bentuk belum terdefinisi (Mengisi liburan panjang)
    3. Karena adanya tujuan yang ingin dicapai
    4. Karena program kerja,
Kegiatan yang dilaksanakan sebaiknya :
-          bervariasi dan menarik
Orang akan bosan menghadiri/mengikuti kegiatan yang  monoton  dan tidak menarik
-          frekuensinya relatif sering
-          secara terencana mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat kolosal dan partisipatif
[Agar ide-ide kegiatan dapat muncul  dan  dapat  diwujudkan,  maka markas  memiliki  nilai  yang  penting.  Markas  harus  benar-benar menjadi tempat berkumpul sehari-hari setiap ROHANI. Hal ini karena:
  1. Ide lebih mudah muncul dari obrolan bersama teman-teman satu fikrah
  2. Ide dapat segera ditindaklanjuti (disetujui, direncanakan, dll)
Proses pelahiran ide “dari markas” ini akan memegang peran penting tatkala kita telah go Public.]
  1. 2.    Rapat awal untuk menyikapi ide/rencana tersebut
Rapat awal adalah menyiapkan ide-ide pokok kegiatan
URUTAN TEKNIK RAPAT AWAL :
  1. Persiapan rapat awal, intinya adalah mengusahakan  agar  seluruh anggota dapat hadir dalam rapat ini. Persiapannya mencakup :
  • penentuan waktu dan tempat rapat.
  • mengundang seluruh anggota  yang  terkait  untuk  hadir  dalam rapat.
                              Keunggulan menggunakan surat :
-          mengantisipasi kelupaan orang yang diundang
-          beberapa orang akan  merasakan  pentingnya  rapat  itu  jika diundang secara resmi dengan surat
  • jika perlu dapat saja  mengadakan  hal  menarik  agar  peserta rapat termotivasi untuk datang
Catatan : jangan sampai melupakan seorang pun !!
Persiapan rapat “serumit” ini perlu kita pahami saat kita memimpin jumlah pengurus yang besar (saat go public)
  1. Pelaksanaan rapat, hal-hal yang dibahas dalam rapat awal adalah:
  • Penentuan deskripsi  kegiatan  (mencakup  bentuk,  waktu   dan tempat kegiatan yang belum terdefinisi)
Cara yang dapat digunakan :
-          dengan diskusi (usul-usul)
-          dengan cara Brain Storming. (Lihat tip-tip BS)
Setelah kegiatan terdeskripsi perlu dilakukan SWOT. Hasil SWOT ini akan membantu memutuskan  apakah  kegiatan  ini  baik untuk dilaksanakan atau tidak.
PERHATIKAN : Program dan sasaran dari kegiatan ini harus jelas dan terkomunikasi kepada seluruh anggota yang terkait.
  • Penentuan kepanitiaan,
Yang pertamakali dipilih dalam kepanitiaan  ini  adalah  ketua panitia.
Seorang ketua panitia hendaknya minimal :
  • Memiliki pengetahuan yang cukup  akan  kegiatan  yang  akan dilaksanakannya
  • Bersikap adil(atas amanat yang diterimanya) dalam  memberikan tugas.
Sedangkan anggota yang memilih hendaknya :
  1. Memilih ketua tersebut dengan serius.
  2. Bersedia taat kepada  ketua  tersebut,  baik  dikala  mudah maupun dikala sulit.
Dalam struktur kepanitiaan, yang selalu ada adalah : Ketua, sekertaris dan bendahara.
Jika hendak mengadakan wakil ketua, sekertaris I, bendahara I, dsb., hal ini terserah panitia yang  juga  disesuaikan  dengan keadaan.
Adapun seksi-seksi yang diadakan, disesuaikan  dengan  keadaan juga dan jenis kegiatan yang akan dilakukan. Seksi-seksi  yang diadakan dapat berupa seksi humas, dana usaha,  acara,  sarana prasarana,  perizinan,  transportasi,  konsumsi,   kebersihan, dekorasi, keamanan, publikasi, dokumentasi, dsb.
Yang perlu diperhatikan, hendaknya  kepanitiaan  ini  bersifat padat karya.
Partisipasi seseorang dalam kegiatan suatu organisasi  Insya  Allah akan  berakibat  positif  bagi   tumbuhnya   kepercayaan   dan loyalitas orang tersebut akan organisasi itu.
Sistem komando (kontrol, evaluasi  dan  disiplin)  seksi-seksi yang ada dapat berupa :
-          langsung kepada ketua
-          melalui koordinator
Jika SDM yang ada tidak mencukupi jumlah seksi-seksi yang ada, maka seseorang dapat saja menjabat lebih dari satu jabatan  di kepanitiaan.
Walaupun telah ada ketua panitia, kepemimpinan tetap  bersifat kolektif.  Kesalahan  seorang  panitia  akan  ditanggung  oleh seluruh panitia. Jangan selalu bergantung kepada ketua.
  • Pendeskripsian tugas, agar :
    • Setiap orang mengerti & jelas akan tugasnya, agar :
                    -          akan mengurangi beban ketua
                    -          dapat bekerja mandiri
                    -          lebih memotivasi orang untuk berkreasi (otonomi)
  • Setiap tugas terdelegasikan sehingga tidak  ada  tugas  yang tidak terkerjakan karena  lupa  (tidak  terdeteksi  semenjak awal) atau tidak ada yang merasa bertanggung jawab.
Sebagai acuan pendeskripsian tugas  panitia,  harus  diketahui terlebih dahulu hal-hal apa saja  yang  harus  disiapkan  guna berlangsungnya acara ini.
  • Pembuatan time schedule/daftar waktu kerja
Hal ini  membantu  evaluasi  persiapan  kegiatan.  Selain  itu panitia tidak perlu  menunggu  perintah  ketua  untuk  bekerja karena telah mengetahui kapan saja ia harus bekerja.
Pedoman pembuatan time schedule dapat merujuk  kepada  hal-hal apa saja yang harus dilakukan pada tahap persiapan kegiatan.
Standar time schedule ROHANI :
Aktivitas
Waktu
I
II
III
IV
A



B



  • Penentuan anggaran kegiatan dan cara pemenuhannya.
Biasanya setiap seksi  diminta  untuk  membuat  anggaran  dana yang dibutuhkan seksi tersebut.
  1. c.    Pasca Rapat
Hasil rapat perlu disosialisasikan kepada anggota  lainnya  yang tidak hadir sewaktu rapat. Hal ini berguna agar  setiap  anggota merasa ikut bertanggung jawab atas kegiatan ini.
  1. 3.    Pengurusan perizinan kegiatan
Pengurusan perizinan dapat dibagi dua :
  1. Perizinan dengan proposal
Akan sangat membantu dalam tahap perizinan ini jika sejak semula kita telah membina hubungan yang baik dengan pihak pemberi izin.
  1. Perizinan dengan surat (dengan melampirkan proposal)
Perizinan dengan surat dilakukan jika dibutuhkan saja.
Perizinan  dengan  surat  dilakukan  misalnya  untuk  peminjaman ruangan atau prasarana, izin keramaian pada polwiltabes, dsb.
Kita  memiliki  beberapa  kegiatan-kegiatan  mendasar   yang   jika perizinannya gagal, kegiatan  tersebut  harus  tetap  dilaksanakan. Seperti dauroh dan training. Kegiatan-kegiatan ini adalah  kegiatan mendasar ROHANI yang jika diizinkan  kita  jalankan  dengan  legal, jika tidak kita tetap laksanakan  dengan   istilah   Under   Ground Movement.
  1. 2.     Persiapan kegiatan
Dalam tahap ini, setiap panitia melaksanakan tugasnya sesuai dengan deskripsi tugas dan time schedule yang  telah  disepakati   sewaktu rapat awal.
Sering timbul masalah-masalah yang belum terantisipasi dalam  rapat awal. Karena itu kebersamaan panitia dan evaluasi persiapan  sangat penting dalam tahap ini.
Jalur komunikasi dan  informasi  antar  sesama  panitia  pun  cukup penting karena kemungkinan sesama panitia akan sulit bertemu karena memiliki kesibukan dalam tanggung jawabnya yang berbeda. (Mungkin sebuah buku komunikasi akan sangat bermanfaat)
Ketua harus senantiasa memonitor situasi dan mengevaluasi persiapan ini melalui sistem komando  yang  telah  dipilihnya  sewaktu  rapat awal.
Evaluasi ini adalah baik evaluasi  persiapan  itu  sendiri  ataupun pemantauan ghirah panitia. Jika ghirah panitia menurun, maka  ketua harus segera mengantisipasinya.
Untuk beberapa jenis kegiatan, perlu adanya technical meeting  baik dengan sesama panitia ataupun dengan peserta tidak jauh sebelum pelaksanaan kegiatan untuk mematangkan pelaksaan kegiatan.
Karena dalam pelaksaan kegiatan kemungkinan besar koordinasi  antar panitia agak sukar, maka technical meeting disini memainkan peranan yang penting. (Tetapi untuk kegiatan-kegiatan besar non-partisipatif, maka technical meeting adalah urusan teman-teman dari operation)
  1. 3.     Pelaksanaan Kegiatan
Untuk kegiatan-kegiatan tertentu, pelaksanaan menjadi tanggung jawab Operation.
  1. 4.     Evaluasi
Evaluasi berguna untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan  sesuatu pekerjaan sehingga dengan demikian dapat ditentukan tindakan selanjutnya bagi suatu tujuan.
  • Bagi angkatan pelaksananya :
-          Untuk mempelajari kekurangan yang terjadi
-          agar  kelak tidak mengulangi kekurangan yang serupa
-          dan dapat mengusahakan agar kegiatan yang mendatang menjadi lebih baik
  • Bagi angkatan berikutnya :
-          Belajar dari pengalaman angkatan sebelumnya
-          Sehingga perbaikan yang dilakukan tidak mulai lagi dari nol
Hal ini dapat terwujudkan hanya jika  ada  di  ROHANI      ini suatu sistem evaluasi kegiatan yang rapi yaitu  dalam  bentuk laporan kegiatan yang terarsipkan.
Hasil evaluasi hendaknya diarsipkan dalam bentuk  laporan  kegiatan yang sistematis.
Evaluasi disini mencakup evaluasi tahapan  persiapan  kegiatan  dan pelaksanaan kegiatan dengan  evaluasi  tiap  tahapan  kurang  lebih terdiri dari:
  1.                   i.    deskripsi pelaksanaan tahapan tersebut
  2.                 ii.    hasil-hasil dari tahapan tersebut
  3.                iii.    kekurangan, kesalahan, hambatan atau masalah yang terjadi
  4.                iv.    saran bagi kegiatan selanjutnnya
Tugas :
Oversight telah memutuskan untuk melaksanakan suatu kegiatan bakti social sekaligus untuk menumbuhkan jiwa social dikalangan anggota. Officers diminta untuk melakukan rapat awal teknis-teknis pelaksanaan dan persiapan bakti sosial tersebut.
Tip-tip melaksanakan Brain Storming :
Kumpulkan ide sebanyak mungkin
Ide itu seperti bibit. Tidak semuanya akan hidup dan bertumbuh. Jadi Anda perlu menanamnya sebanyak mungkin.
Kumpulkan ide-ide yang berbeda
Seringkali hambatan ke arah pemecahan kreatif adalah pikiran sempit yang terpusat dalam satu kerangka pikir. Mereka yang menggabungkan beberapa kerangka pikir dan membuat hubungan-hubungan antara kerangka-kerangka pikir itu akan lebih mampu membuat terobosan kreatif.
Tetap santai
Ide lebih banyak dihasilkan orang pada saat mereka gembira. Mereka merasa bebas untuk mengatakan sesuatu atau memutar-mutar ide orang lain
Jangan menilai
Kita biasanya menganggap penilaian sebagai kritik negatif. Dan kita semua pernah mengalami bahwa  ide kita  dihancurkan sebelum sempat dikembangkan.
Tulis semuanya
Tulis sehingga setiap peserta dapat melihat setiap ide. Dengan cara ini, peserta dengan mudah dapat menambahkan dan mengubah ide-ide yang sudah tertulis di sana.
Jadilah orang nakal
Pergilah mencari ide-ide aneh. Seringkali ide terbaik muncul dari ide paling aneh. Tujuan dari pertemuan kelompok adalah mengumpulkan ide sebanyak mungkin. Anda akan mempunyai banyak waktu untuk menyortir dan menilainya kemudian.
Menilai
Mintalah para peserta memilih tiga ide terbaik (menurut mereka masing-masing) yang tertera. Dengan sangat cepat Anda akan mendapatkan ide-ide yang paling popular.